Sunday, April 28, 2013

ketika suatu video berbicara.

Madonna adalah salah satu penyanyi pop solo wanita terbaik di era modern. Di masanya, Madonna sangat menarik perhatian seluruh media di Amerika dan bahkan di dunia. Hal ini menarik untuk dibahas karena pada dasarnya Madonna tidak memiliki suara emas seperti Whitney Houston, Adele, atau bahkan Mariah Carey. Terus sebenarnya apa yang bisa mengangkat Madonna untuk diberitakan media? Jujur saja, saya hanya tahu Madonna sebatas nama dan ketenaran dia sebagai penyanyi, tapi kalo ditanya tentang lagunya, saya tidak tahu sama sekali.

Salah satu jawabannya mungkin dari gaya video klip Madonna. Itu bukan jawaban satu-satunya, tapi mungkin salah satunya. Despite her style and performance looks like Marilyn Monroe, Madonna still had a great position in Media. Picasso said 'good artist copy, great artist steal', sepertinya itu berlaku untuk Madonna. Marilyn Monroe? Sama seperti Madonna, saya juga tak tahu banyak tentang dia kecuali gaya roknya yang terangkat seksi ditambah dengan 'chocochip' di wajahnya. 

Salah satu ciri khas dari video klip Madonna adalah 'gaya' ekploitasi dari keindahan tubuh Madonna. Bukan Madonna sendiri memang, tapi kebanyakan penyanyi menggunakan orang lain untuk dijadikan talent utama di dalam video klipnya. Video klip Madonna memiliki banyak keunikan, sekarang mari kita bahas salah satu video klip Madonna, judulnya La Isla Bonita. Video tahun 1980an yang menurut saya catchy untuk didengarkan.






Video ini menceritakan seorang wanita yang merindukan sesosok lelaki bernama San Pedro. Dia merindukan hari hari indah bersama San Pedro, bahkan hingga berdoa kepada Tuhan agar hari-hari itu tidak berakhir. Oke, mari kita baca sebentar liriknya. 


Como puede ser verdad

Last night I dreamt of San Pedro

Just like I'd never gone, I knew the song

A young girl with eyes like the desert

It all seems like yesterday, not far away


Tropical the island breeze

All of nature wild and free

This is where I long to be

La isla bonita
And when the samba played
The sun would set so high
Ring through my ears and sting my eyes
Your Spanish lullaby



I fell in love with San Pedro

Warm wind carried on the sea, he called to me

Te dijo te amo

I prayed that the days would last
They went so fast



Tropical the island breeze

All of nature wild and free

This is where I long to be

La isla bonita
And when the samba played
The sun would set so high
Ring through my ears and sting my eyes
Your Spanish lullaby



I want to be where the sun warms the sky

When it's time for siesta you can watch them go by

Beautiful faces, no cares in this world

Where a girl loves a boy, and a boy loves a girl


Last night I dreamt of San Pedro

It all seems like yesterday, not far away



Tropical the island breeze

All of nature wild and free

This is where I long to be

La isla bonita
And when the samba played
The sun would set so high
Ring through my ears and sting my eyes
Your Spanish lullaby (x2)



La la la la la la la

Te dijo te amo

La la la la la la la

El dijo que te ama

Berdasarkan liriknya, seharusnya video ini lebih menceritakan siapa itu San Pedro dan bagaimana hari-hari indah itu. Setting lokasi yang dijelaskan juga seharusnya menggambarkan tempat-tempat tropis.. Secara logika umum, San Pedro harusnya dijelaskan dan penggambaran lirik secara visual harus diperjelas.

Tapi apa yang kita lihat di video La Isla Bonita?
Ya, berbeda dengan asumsi umum saya, di video ini justru Madonna sangat mendominasi. Mendominasi secara denotasi dan konotasi. Secara denotasi, Madonna mendominasi komposisi gambar yang ada di video itu. Secara konotasi, Madonna sangat mendominasi pria meskipun itu hanya termpampang di adegan terakhir ketika Madonna membisikkan sesuatu ke seorang lelaki. Mata dan bahasa tubuh Madonna sangat jelas untuk dibaca.
Selain itu, keindahan tubuhnya yang dibalut dengan baju berwarna merah mawar juga sangat jelas bahwa video iniingin menunjukkan sisi keindahan fisik dari Madonna. Seksi dan tentunya cantik. Daya tarik yang khas untuk diangkat dalam media.

Tapi ada satu hal berbeda dari video ini namun relevan terhadap liriknya.
Rosario. Ya, kalung berbentuk salib yang biasa digunakan oleh penganut agama Kristen.
Saya telah menontoh banyak video klip musik yang liriknya menyebutkan nama Tuhan atau berdoa. Namun, video-video yang saya tonton itu tidak pernah secara frontal menunjukkan agama yang dianut. Sebagai kiasan saja, biasanya dalam video klip itu hanya menggunakan mimik wajah memelas lalu menghadap ke langit, simple seperti itu saja.
Namun Madonna berbeda. Dia secara terang-terangan menunjukkan kalung Rosario miliknya ketika berdoa dalam video klip itu. Apa yang dimaksudkan Madonna dalam video ini? Tentunya bukan hanya penguatan lirik, tapi penguatan karakter Madonna yang taat beribadah. Bukan video pertamanya, tapi sepengetahuan saya ada beberapa video klip Madonna lainnya yang menggunakan Rosario. Madonna jelas-jelas ingin menunjukkan karakternya di dunia nyata.

Secara garis besar, Madonna ingin menunjukkan ideologi, karakter, dan ambisi dia di dalam video klipnya. Menjadi suatu hal yang bagus mengingat karakter seorang penyanyi akan membawa musik dan videonya lebih mudah diingat. Remember Gorillaz? Yes, they are so unique.

Konsep video Madonna memang bagus, tapi bagaimana jika itu diterapkan pada band favorit saya, Blink 182?



Blink 182 adalah bang pop punk ternama asal Amerika. Band ini sudah tidak perlu dijelaskan lagi, sudah mendunia!
Album terakhir mereka adalah Dogs Eating Dogs yang berbentuk EP.
Single pertama mereka di album Dog Eating Dogs adalah Boxing Day. Saya tidak akan membahas tentang lagu Boxing Day, tapi kali ini saya akan membahas tentang salah satu lagu mereka yang berjudul Dumpweed.
Kenapa Dumpweed? Karena lagu itu adalah lagu yang sangat pop punk. Menceritakan bagaimana seorang lelaki yang membutuhkan wanita sebagai pelampiasan setelah ditinggal pacarnya. Klise sih, tapi lagu ini sangat asik untuk didengar.

Untuk Dumpweed, mungkin kita bisa menguatkan sisi brandal namun tetap konyol dari para personil Blink 182. Jika saya yang jadi produser sekaligus sutradaranya:
1. Video di ambil menggunakan sudut pandang gambar (POV) orang pertama. Seperti serial Inggris berjudul Peep Show.
2. Tokoh utama disembunyikan hingga akhir video.
3. Tokoh utama berjalan mengelilingi kota yang isinya wanita dengan muka yang sama.

Itu konsep yang masih mentah.

Personil Blink 182 memiliki karakter dan ideologi yang berbeda-beda. Tom, memiliki karakter yang konyol namun tetap kuat dengan ideologi freemasonnya. Mark juga konyol, tapi dia tidak memiliki banyak tatto seperti personil lainnya. Travis paling berbeda, dia sedikit pendiam dan karismatik, skillful dalam bermain drum dengan tattonya yang menyelimuti tubuh seperti brandal chicago.
Di dalam video klip bayangan ini, unsur-unsur itu harus ada. Mengingat karakter dari personil juga harus kuat namun tidak lepas jauh dari lirik yang diucapkan.
Itu lah bagaimana video dapat berbicara dengan penonton bukan hanya secara verbal, namun secara non verbal.