Wednesday, May 22, 2013

Time To Spread The Dream


Saat Menebar Mimpi adalah sebuah film yang menceritakan bagaimana sebuah mimpi dapat menjalankan hidup dengan semangat. Dalam cerita, kita membutuhkan subjek untuk menjalankan cerita secara dinamis. Sosok yang dijadikan subjek kali ini adalah Bambang Warih Koesoma. Seorang mantan anggota parlemen yang mencalonkan diri menjadi anggota DPD di pemilu 2004.


This is how a movie tell you a story. Despite the main topic is the politic, I grasp the point is how the dream works is a sacrifice. Iya, cara mimpi bekerja itu adalah pengorbanan. Tapi di film ini mimpi itu dimasukkan dalam sebuah masalah yang bernama 'politik'. Jujur, saya sangat benci dengan politik. Saya adalah seorang muslim, dan bagi saya sistem Khalifah lebih menjamin ketentraman sebuah bangsa dibandingkan dengan sistem yang sekarang. Ya meskipun Turki sebagai bangsa terakhir yang menggunakan sistem ke-khalifahan telah berganti sistem.

Kembali ke soal film. 
BWK adalah seorang pejuang mimpi. Cara dia mengkampanyekan dirinya untuk menjadi calon anggota DPD bagi saya terlalu 'risky'. Direct Campaign, itu istilah yang saya gunakan untuk cara kampanye BWK. Terlalu berbahaya menurut saya, tapi itu sangat menjanjikan jika cara kampanyenya benar. BWK sudah melakukannya dengan benar, tapi menurut saya janji-janji yang diumbar terlalu banyak. Rakyat tidak membutuhkan janji yang sebanyak itu, rakyat hanya butuh bukti. Semakin banyak janji, maka semakin banyak bukti kan?


Saya tergilitik untuk membahas salah satu kalimat yang diucapkan oleh salah satu warga di film ini. 
'Saya setengah percaya dia, setengah tidak. Masalahnya, manusia memiliki 2 sifat pasti, yaitu sifat baik dan sifat jahat' 
Yap, manusia memiliki saat-saat untuk menjadi baik, dan saat-saat untuk menjadi jahat. Ketika kekuasaan belum didapatkan, maka manusia akan berusaha menjadi baik. Dan ketika sudah mendapatkan kekuasaan? You know the reason.

Mimpi itu liar. Mimpi itu dapat berjalan bebas tanpa ada yang membatasi. Jika mimpi saja dibatasi, mau jadi apa hidup ini? Jangan pernah membatasi mimpi. Realistis itu perlu, tapi sugesti optimis dari dalam diri akan menentukan segalanya. Fisika sudah membuktikan bahwa pikiran dapat mempengaruhi reaksi lingkungan. Apa yang kita anggap positif dan patut untuk dicapai, maka lingkungan akan membantu dengan segenap hati yang terbuka.

Dan sekarang adalah saatnya untuk menebar mimpi.

No comments:

Post a Comment