Saturday, March 23, 2013

ALIEN EXIST!

Sore hari, sebuah halte terlihat kosong tanpa ada satupun yang duduk di sana. Halte yang sudah tua dan banyak karat dimana-mana. Halte yang kecil, bahkan kalau duduk pun maksimal hanya 3 orang. Pernah membayangkan bagaimana jika 3 orang duduk berhimpit-himpitan? Karena itu halte ini biasanya hanya ditempati oleh 2 orang, dengan ruang kosong di tengahnya.

Toni baru saja pulang dari kuliah. Dia ingin pulang ke kosnya karena lelah dengan kepenatan yang dilaluinya seharian itu. Dengan tas ransel berisikan laptop, Toni berjalan melewati halte seperti hari-hari biasa. Namun, kali ini ada yang berbeda. Toni melihat sebuah buku tergeletak begitu saja di bangku halte. 

'Buku apa nih? Haha, cerita tentang Alien? haha bego' kata Toni dalam hati.

Buku itu berwarna merah dominan dan berjudul ‘Alien Exist’. Buku itu tidak tebal, namun warna yang ada membuat orang akan tertarik untuk membacanya. Contohnya adalah Toni, yang akhirnya tertarik dan penasaran untuk membacanya. Saking penasarannya, Toni yang tadinya ingin langsung pulang malah memutuskan untuk duduk di halte sembari membaca buku 'Alien Exist' itu. 

Toni menaruh tasnya di sebelah kirinya. Dengan wajah sedikit kelelahan, perlahan dia mulai membaca isi buku 'Alien Exist' itu. Di halaman pertama, Toni melihat gambar planet Bumi yang sudah hancur akibat serangan meteor buatan. Meteor buatan itu bernama 'Clox' berbentuk seperti rudal namun jumlahnya sangat banyak. Dengan gambar itu Toni semakin tertarik untuk membacanya.

Halaman kedua di buku itu menjelaskan bahwa tokoh utama di dalam buku itu adalah Steven, seorang pelajar asal Amerika yang mulai bosan hidup di Bumi dan membayangkan tinggal di planet lain. Steven mulai resah dengan kehidupannya di Bumi yang penuh dengan kekerasan dan perang tanpa akhir. Steven mencoba untuk mempelajari Astrologi agar dapat menemukan planet lain yang dapat dihuni, dan akhirnya dia berhasil. Steven menemukan bahwa di luar sana terdapat planet bernama Devoxir yang memiliki sistem kehidupan sama persis dengan di Bumi. Steven lalu mencari lebih tahu tentang planet Devoxir, tetapi tidak membuahkan hasil.

'Siapa sih yang bikin cerita ini? Ngawur banget haha' kata Toni dalam hati.

Toni yang awalnya semangat untuk membaca buku tadi perlahan mulai bosan, karena menurutnya buku itu terlalu fiktif. Toni membuka lembar demi lembar buku itu tanpa membacanya lebih lanjut. Namun, dia terhenti di sebuah halaman bergambar seorang alien. Alien itu hampir mirip dengan manusia tetapi dia bermata satu dan bermulut lebar yang dipenuhi dengan gigi-gigi tajam berlendir. Alien itu bernama Rex, penghuni jahat planet Devoxir yang ingin menginvasi Bumi dan membuat manusia menjadi budaknya. 

Ternyata Toni menjadi penasaran kembali, dia lalu membuka halaman selanjutnya dengan semangat. Di halaman selanjutnya, diceritakan bahwa Steven yang sudah mempelajari bahasa makhluk Devoxir berusaha berkomunikasi dengan Rex. Steven yang tidak tahu bahwa Rex adalah Alien jahat ternyata ingin mengajak Rex untuk mengunjungi Bumi. Dengan penuh kesenangan tentu saja Rex menerima tawaran itu, karena rencana jahatnya untuk menginvasi Bumi akan segera terlaksana. Steven yang baik hati lalu memberikan peta untuk Rex dengan maksud agar Rex dapat menemuinya.

'Halah, makin lama makin ngawur. Mana ada manusia ngajak ketemuan alien. hahahaha'

Tanpa membacanya hingga selesai, Toni lalu menutup buku itu sambil tertawa. Buku yang dia anggap aneh itu ternyata belum bisa membuatnya membaca hingga akhir cerita.

Sesaat setelah Toni menutup bukunya tiba-tiba langit menjadi gelap. Angin bergemuruh dan suara aneh muncul dari atas langit. Toni lalu berdiri dan mengangkat tasnya dengan penuh kebingungan. Suara gemuruh itu terdengar lebih jelas dari sebelumnya dan terlihat sebuah piring terbang mulai mendekat. Toni yang ketakutan bahkan tak bisa berlari dan  hanya bisa memandang ke arah piringan terbang itu. Tak lama kemudian munculnya Alien dengan fisik yang sangat menyeramkan di hadapan Toni. Ternyata dia adalah Rex yang tersesat mencari alamat Steven.

'Do you know Steve?

'Why don't you answer my question? I am going to kill you and burn this planet with my Clox! So answer my...

Toni yang masih bingung dengan apa yang terjadi semakin ketakutan dan memotong kalimat Rex. Badannya gemetar dan wajahnya semakin pucat. 

'A.. A.. A.. ALIEN EXIST!!!!!' Teriak Toni yang langsung berlari menjauh dari Rex.

No comments:

Post a Comment