Baru aja tadi di kantin, gue mengamati orang yang tampangnya
brewokan kayak orang India. Sekilas sih gak menarik untuk diperhatiin, soalnya
gue udah kenal dari awal. Tapi karena
dia lebih berbulu dari yang lain, jadinya cuma dia yang mencolok di mata gue.
You may know him. He is the forever ‘Ketua Kelas’.
Namanya Sandi, salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi di
kampus gue ini. Secara fisik, Sandi itu kulitnya sawo matang, ya gak matang2
amat sih tapi cukup untuk dibilang item. Badannya gak gemuk dan tingginya
sekitar 170 cm, bisalah untuk jadi model iklan boneeto. Baju yang dipakai Sandi
bermotif kotak-kotak, layaknya mahasiswa biasa. Dengan skinny jeans dan sepatu
conversenya, keliatan banget kalo Sandi ini mahasiswa dengan gaya standard.
Kenapa gue bilang standard? soalnya mukanya standard.
Alasan gue memilih Sandi untuk menjadi subjek pengamatan gue
adalah, karena cuma Sandi yang mudah diamati dibandingkan mahasiswa yang ada di
kantin lainnya. Soalnya Sandi gak make seragam kampus. Kenapa gue gak milih
untuk memperhatikan cewek? Sebenernya sih ada cewek yang bagus untuk
diperhatiin. Tapi rambutnya udah kayak anak komplek yang sering main layangan,
trus gue juga gak tau nama dia siapa.
Banyak hal yang bisa dilihat dari penampilan Sandi. Salah
satunya adalah kemejanya yang berbeda dari mahasiswa lainnya. Hari ini adalah
hari senin, dan itu artinya semua mahasiswa diwajibkan untuk menggunakan
seragam kampus. Menurut gue itu hal yang menarik untuk ditiru, soalnya kalo
make seragam kampus kita gak akan terlihat berbeda, alias ‘sama’. Meskipun kalo
berbeda resikonya dimarahin kampus, tapi gue lebih suka memakai seragam yang bukan
lagi out of the box, tapi without the box. Haha.
No comments:
Post a Comment