Di sekitar hanya terdapat sisa sisa ubin atap dan beberapa tempat menjemur baju.
Iya, ini hanya sebuah atap. Tempat aku biasa bercengkrama dengan alam. Tempat biasa aku menjamah dunia luar sendirian. Tempat biasa aku memanjakan pikiran.
Hanya alam yang memberikan keleluasaan dalam berfanstasi.
Terima kasih, Tuhan. Atas Atap Imajinasi-Mu.
No comments:
Post a Comment