Sunday, March 10, 2013

Atap Imajinasi

Di bawah gelapnya malam dan polusi cahaya. Angin yang berhembus serta dinginnya cuaca membekukan suasana. Suara angin dan gemerlap lampu-lampu rumah memperkuat imajinasi akan semesta ini. Tanpa batas! 
Di sekitar hanya terdapat sisa sisa ubin atap dan beberapa tempat menjemur baju.
Iya, ini hanya sebuah atap. Tempat aku biasa bercengkrama dengan alam. Tempat biasa aku menjamah dunia luar sendirian. Tempat biasa aku memanjakan pikiran.

Hanya alam yang memberikan keleluasaan dalam berfanstasi.
Terima kasih, Tuhan. Atas Atap Imajinasi-Mu.

No comments:

Post a Comment