Saturday, March 2, 2013

Loyalty, Love and Dance.


Kali ini gue akan ngebahas sosok penari yang berasal dari Indramayu. Eh tapi ada yang tau Indramayu gak? Ituloh Indra ama Ayu.
Namanya Mimi Rasinah. Mimi Rasinah itu adalah seorang penari topeng yang berasal dari Indramayu, Jawa Barat (iye tadi udah dibilangin). Tarian yang dimaksud di sini adalah Tarian Pamindo dan Tarian Panji. I don't know for sure whether those dance are originally comes from Indramayu or not. Tapi gue rasa Pamindo dan Galendo itu satu bapak beda planet. Galendo itu makanan khas Ciamis yang kelezatannya melebihi zat psikotropika.
Darah seorang penari udah mengalir pada diri Mimi Rasinah dari kedua orang tuanya. Orang tua Mimi Rasinah bahkan udah ngajarin seni tari ke dia dari umur 5 tahun loh. Kita yang umur 5 tahun masih main power rangers, Mimi Rasinah udah mulai belajar nari. Kelihatan ya, kalo orang2 zaman dulu itu effort dalam segala hal selalu lebih besar dibandingkan orang2 zaman sekarang. Tapi keliatan juga kok kalo kita mau jadi power rangers.
If we want to be success, we are really need an absolutely big effort. So does become a dancer. Yap bener, menjadi seorang penari topeng itu bukan hal yang mudah. Untuk itu, Mimi Rasinah bahkan harus puasa 40 hari dan melakukan banyak ritual untuk mengecilkan perutnya. Ada banyak ritual yang harus dilewatin ketika Mimi Rasinah ingin menunjukkan totalitasnya, salah satu diantaranya adalah makan cabe. Gue masih bingung kenapa harus makan cabe, kalo malah usus buntu kan bahaya. Ya meskipun begitu berat dan aneh, namun Mimi Rasinah tetap berusaha melakukannya.
Mimi Rasinah
Ketika masih kecil, Mimi Rasinah udah diajak 'ngamen' di beberapa tempat hingga pada akhirnya menjadi penari professional yang telah pentas hingga luar negeri. Mengagumkan, bukan? Bahkan Mimi Rasinah ingin jikalau suatu saat nanti dia meninggal, dia meninggal di atas panggung.
Kesetiaan Mimi Rasinah terhadap seni tari adalah sebuah hal yang menarik untuk dipelajari. Sebuah tantangan dalam melestarikan budaya di tengah zaman modern ini. Dunia, Tarian Pamindo dan Tarian Panji adalah saksi atas kesetiaan dan kecintaan Mimi Rasinah dalam dunia seni.
Big proud of you, and thanks for the loyalty, love and dance.


Kalo ngebahas teknis dan pengambilan gambar, dari sudut pandang pengambilan gambar bisa dilihat kalau film ini ingin menunjukkan sosok Mimi Rasinah secara lengkap. Tak memiliki batas dalam perspektif dan sangat luas dalam visualisasi. Tarian yang ditampilkan sesuai dengan alur cerita. Alur yang dipakai juga unik yaitu alur 3 tahap.




Backsound musik tarian yang dijadikan backsound film juga memiliki makna implisit bahwa film ini sangat menggambarkan Mimi Rasinah sebagai seorang penari. Sangat jelas untuk dimaknai karena membawa penonton larut dalam konsep tarian dalam sosok wanita tua.

No comments:

Post a Comment