Saturday, June 8, 2013

Babel



Kali ini saya akan membahas sebuah film berjudul Babel. Overall, it's a great movie. I insist you to watch it..
Babel adalah sebuah film drama yang dirilis pada 10 November 2006. Film ini merupakan hasil arahan sutradara  

Babel mengisahkan empat kehidupan di tiga benua yang tidak terhubung secara komunikasi. Namun, empat kehidupan tersebut memiliki satu garis merah yang dapat menghubungkan kehidupan satu sama lain. 

Kisah yang pertama datang dari perbukitan gurun pasir di Maroko. Menceritakan dua anak kecil yang sedang mencoba senjata yang baru saja dibelikan oleh ayahnya. Senjata itu dibeli oleh ayahnya dengan tujuan untuk menjaga hewan-hewan saat menggembala, namun senjata itu malah membuat masalah yang panjang. Dua orang anak kecil itu mencoba senjata barunya untuk memastikan bahwa senjata itu mampu menembak sasaran hingga 3 kilometer. Mereka berdua saling unjuk kebolehan. Alhasil, mereka justru menembak salah satu penumpang dari bus wisata yang sedang melewati jalan perbukitan. And the story begins.

Di saat yang bersamaan, Seorang wanita keturunan Meksiko mengadu nasib di Amerika serikat untuk mengasuh dua anak kecil yang ditinggal orang tuanya yang pergi berlibur. Saat sedang mengasuh, wanita tersebut menerima telepon bahwa dia harus datang di acara pernikahan putranya esok hari. Karena orang tua anak tersebut tidak bisa pulang dan si wanita tidak menemukan pengganti untuk mengasuh anak-anak itu, akhirnya si wanita mengajak anak-anak itu ke meksiko.

Kedua orang tua anak-anak tersebut adalah turis yang sedang berlibur di Maroko. Sang istri adalah korban penembakan oleh dua orang anak penggembala setempat. Masalah dan garis merah mulai jelas, namun masih ada satu kehidupan yang belum diceritakan.

Saat yang bersamaan di Jepang, diceritakan seorang gadis yang sensitif dan pemberontak. Sang ayah dari gadis tersebut prihatin dengan kehidupan anaknya, karena gadis tersebut bisu tuli sejak kecil dan ditinggalkan ibunya dengan kematian yang tragis. Sang gadis juga memiliki masalah 'keperawanan' yang membuat dia merasa terkucilkan oleh teman-temannya. Sementara itu, sang ayah ternyata sedang dicari-cari kepolisi
an setempat mengenai senapan yang dia gunakan ketika berburu di Maroko. Sang ayah gadis tersebut memberikan senjata berburunya kepada tour guide ketika dia sedang berburu di Maroko. Yang pada akhirnya, senjata itu dijual dan dibeli oleh ayah dua orang anak penggembala itu.

Di sini saya mulai bingung apa yang sebenarnya terjadi. Perlukah bagian kehidupan gadis jepang tersebut masuk dalam cerita? Karena pada dasarnya garis merah yang menyentuh bagian kehidupan gadis tersebut tidaklah kuat. Hanya karena ayahnya adalah pemilik senjata yang asli? I guess not.

Kesimpulan yang bisa saya ambil adalah setiap tindakan pasti ada resikonya. Entah itu datangnya darimana dan kapan, tapi timbal balik dari sebuah perbuatan pasti akan datang. Somehow, you'll get the answer before you ask. Kita sudah mendapatkan jawaban bahkan sebelum kita bertanya. Itu garis besar yang bisa saya ambil dari film Babel.

Wednesday, May 22, 2013

Time To Spread The Dream


Saat Menebar Mimpi adalah sebuah film yang menceritakan bagaimana sebuah mimpi dapat menjalankan hidup dengan semangat. Dalam cerita, kita membutuhkan subjek untuk menjalankan cerita secara dinamis. Sosok yang dijadikan subjek kali ini adalah Bambang Warih Koesoma. Seorang mantan anggota parlemen yang mencalonkan diri menjadi anggota DPD di pemilu 2004.


This is how a movie tell you a story. Despite the main topic is the politic, I grasp the point is how the dream works is a sacrifice. Iya, cara mimpi bekerja itu adalah pengorbanan. Tapi di film ini mimpi itu dimasukkan dalam sebuah masalah yang bernama 'politik'. Jujur, saya sangat benci dengan politik. Saya adalah seorang muslim, dan bagi saya sistem Khalifah lebih menjamin ketentraman sebuah bangsa dibandingkan dengan sistem yang sekarang. Ya meskipun Turki sebagai bangsa terakhir yang menggunakan sistem ke-khalifahan telah berganti sistem.

Kembali ke soal film. 
BWK adalah seorang pejuang mimpi. Cara dia mengkampanyekan dirinya untuk menjadi calon anggota DPD bagi saya terlalu 'risky'. Direct Campaign, itu istilah yang saya gunakan untuk cara kampanye BWK. Terlalu berbahaya menurut saya, tapi itu sangat menjanjikan jika cara kampanyenya benar. BWK sudah melakukannya dengan benar, tapi menurut saya janji-janji yang diumbar terlalu banyak. Rakyat tidak membutuhkan janji yang sebanyak itu, rakyat hanya butuh bukti. Semakin banyak janji, maka semakin banyak bukti kan?


Saya tergilitik untuk membahas salah satu kalimat yang diucapkan oleh salah satu warga di film ini. 
'Saya setengah percaya dia, setengah tidak. Masalahnya, manusia memiliki 2 sifat pasti, yaitu sifat baik dan sifat jahat' 
Yap, manusia memiliki saat-saat untuk menjadi baik, dan saat-saat untuk menjadi jahat. Ketika kekuasaan belum didapatkan, maka manusia akan berusaha menjadi baik. Dan ketika sudah mendapatkan kekuasaan? You know the reason.

Mimpi itu liar. Mimpi itu dapat berjalan bebas tanpa ada yang membatasi. Jika mimpi saja dibatasi, mau jadi apa hidup ini? Jangan pernah membatasi mimpi. Realistis itu perlu, tapi sugesti optimis dari dalam diri akan menentukan segalanya. Fisika sudah membuktikan bahwa pikiran dapat mempengaruhi reaksi lingkungan. Apa yang kita anggap positif dan patut untuk dicapai, maka lingkungan akan membantu dengan segenap hati yang terbuka.

Dan sekarang adalah saatnya untuk menebar mimpi.

Sunday, April 28, 2013

ketika suatu video berbicara.

Madonna adalah salah satu penyanyi pop solo wanita terbaik di era modern. Di masanya, Madonna sangat menarik perhatian seluruh media di Amerika dan bahkan di dunia. Hal ini menarik untuk dibahas karena pada dasarnya Madonna tidak memiliki suara emas seperti Whitney Houston, Adele, atau bahkan Mariah Carey. Terus sebenarnya apa yang bisa mengangkat Madonna untuk diberitakan media? Jujur saja, saya hanya tahu Madonna sebatas nama dan ketenaran dia sebagai penyanyi, tapi kalo ditanya tentang lagunya, saya tidak tahu sama sekali.

Salah satu jawabannya mungkin dari gaya video klip Madonna. Itu bukan jawaban satu-satunya, tapi mungkin salah satunya. Despite her style and performance looks like Marilyn Monroe, Madonna still had a great position in Media. Picasso said 'good artist copy, great artist steal', sepertinya itu berlaku untuk Madonna. Marilyn Monroe? Sama seperti Madonna, saya juga tak tahu banyak tentang dia kecuali gaya roknya yang terangkat seksi ditambah dengan 'chocochip' di wajahnya. 

Salah satu ciri khas dari video klip Madonna adalah 'gaya' ekploitasi dari keindahan tubuh Madonna. Bukan Madonna sendiri memang, tapi kebanyakan penyanyi menggunakan orang lain untuk dijadikan talent utama di dalam video klipnya. Video klip Madonna memiliki banyak keunikan, sekarang mari kita bahas salah satu video klip Madonna, judulnya La Isla Bonita. Video tahun 1980an yang menurut saya catchy untuk didengarkan.






Video ini menceritakan seorang wanita yang merindukan sesosok lelaki bernama San Pedro. Dia merindukan hari hari indah bersama San Pedro, bahkan hingga berdoa kepada Tuhan agar hari-hari itu tidak berakhir. Oke, mari kita baca sebentar liriknya. 


Como puede ser verdad

Last night I dreamt of San Pedro

Just like I'd never gone, I knew the song

A young girl with eyes like the desert

It all seems like yesterday, not far away


Tropical the island breeze

All of nature wild and free

This is where I long to be

La isla bonita
And when the samba played
The sun would set so high
Ring through my ears and sting my eyes
Your Spanish lullaby



I fell in love with San Pedro

Warm wind carried on the sea, he called to me

Te dijo te amo

I prayed that the days would last
They went so fast



Tropical the island breeze

All of nature wild and free

This is where I long to be

La isla bonita
And when the samba played
The sun would set so high
Ring through my ears and sting my eyes
Your Spanish lullaby



I want to be where the sun warms the sky

When it's time for siesta you can watch them go by

Beautiful faces, no cares in this world

Where a girl loves a boy, and a boy loves a girl


Last night I dreamt of San Pedro

It all seems like yesterday, not far away



Tropical the island breeze

All of nature wild and free

This is where I long to be

La isla bonita
And when the samba played
The sun would set so high
Ring through my ears and sting my eyes
Your Spanish lullaby (x2)



La la la la la la la

Te dijo te amo

La la la la la la la

El dijo que te ama

Berdasarkan liriknya, seharusnya video ini lebih menceritakan siapa itu San Pedro dan bagaimana hari-hari indah itu. Setting lokasi yang dijelaskan juga seharusnya menggambarkan tempat-tempat tropis.. Secara logika umum, San Pedro harusnya dijelaskan dan penggambaran lirik secara visual harus diperjelas.

Tapi apa yang kita lihat di video La Isla Bonita?
Ya, berbeda dengan asumsi umum saya, di video ini justru Madonna sangat mendominasi. Mendominasi secara denotasi dan konotasi. Secara denotasi, Madonna mendominasi komposisi gambar yang ada di video itu. Secara konotasi, Madonna sangat mendominasi pria meskipun itu hanya termpampang di adegan terakhir ketika Madonna membisikkan sesuatu ke seorang lelaki. Mata dan bahasa tubuh Madonna sangat jelas untuk dibaca.
Selain itu, keindahan tubuhnya yang dibalut dengan baju berwarna merah mawar juga sangat jelas bahwa video iniingin menunjukkan sisi keindahan fisik dari Madonna. Seksi dan tentunya cantik. Daya tarik yang khas untuk diangkat dalam media.

Tapi ada satu hal berbeda dari video ini namun relevan terhadap liriknya.
Rosario. Ya, kalung berbentuk salib yang biasa digunakan oleh penganut agama Kristen.
Saya telah menontoh banyak video klip musik yang liriknya menyebutkan nama Tuhan atau berdoa. Namun, video-video yang saya tonton itu tidak pernah secara frontal menunjukkan agama yang dianut. Sebagai kiasan saja, biasanya dalam video klip itu hanya menggunakan mimik wajah memelas lalu menghadap ke langit, simple seperti itu saja.
Namun Madonna berbeda. Dia secara terang-terangan menunjukkan kalung Rosario miliknya ketika berdoa dalam video klip itu. Apa yang dimaksudkan Madonna dalam video ini? Tentunya bukan hanya penguatan lirik, tapi penguatan karakter Madonna yang taat beribadah. Bukan video pertamanya, tapi sepengetahuan saya ada beberapa video klip Madonna lainnya yang menggunakan Rosario. Madonna jelas-jelas ingin menunjukkan karakternya di dunia nyata.

Secara garis besar, Madonna ingin menunjukkan ideologi, karakter, dan ambisi dia di dalam video klipnya. Menjadi suatu hal yang bagus mengingat karakter seorang penyanyi akan membawa musik dan videonya lebih mudah diingat. Remember Gorillaz? Yes, they are so unique.

Konsep video Madonna memang bagus, tapi bagaimana jika itu diterapkan pada band favorit saya, Blink 182?



Blink 182 adalah bang pop punk ternama asal Amerika. Band ini sudah tidak perlu dijelaskan lagi, sudah mendunia!
Album terakhir mereka adalah Dogs Eating Dogs yang berbentuk EP.
Single pertama mereka di album Dog Eating Dogs adalah Boxing Day. Saya tidak akan membahas tentang lagu Boxing Day, tapi kali ini saya akan membahas tentang salah satu lagu mereka yang berjudul Dumpweed.
Kenapa Dumpweed? Karena lagu itu adalah lagu yang sangat pop punk. Menceritakan bagaimana seorang lelaki yang membutuhkan wanita sebagai pelampiasan setelah ditinggal pacarnya. Klise sih, tapi lagu ini sangat asik untuk didengar.

Untuk Dumpweed, mungkin kita bisa menguatkan sisi brandal namun tetap konyol dari para personil Blink 182. Jika saya yang jadi produser sekaligus sutradaranya:
1. Video di ambil menggunakan sudut pandang gambar (POV) orang pertama. Seperti serial Inggris berjudul Peep Show.
2. Tokoh utama disembunyikan hingga akhir video.
3. Tokoh utama berjalan mengelilingi kota yang isinya wanita dengan muka yang sama.

Itu konsep yang masih mentah.

Personil Blink 182 memiliki karakter dan ideologi yang berbeda-beda. Tom, memiliki karakter yang konyol namun tetap kuat dengan ideologi freemasonnya. Mark juga konyol, tapi dia tidak memiliki banyak tatto seperti personil lainnya. Travis paling berbeda, dia sedikit pendiam dan karismatik, skillful dalam bermain drum dengan tattonya yang menyelimuti tubuh seperti brandal chicago.
Di dalam video klip bayangan ini, unsur-unsur itu harus ada. Mengingat karakter dari personil juga harus kuat namun tidak lepas jauh dari lirik yang diucapkan.
Itu lah bagaimana video dapat berbicara dengan penonton bukan hanya secara verbal, namun secara non verbal.

Saturday, March 23, 2013

ALIEN EXIST!

Sore hari, sebuah halte terlihat kosong tanpa ada satupun yang duduk di sana. Halte yang sudah tua dan banyak karat dimana-mana. Halte yang kecil, bahkan kalau duduk pun maksimal hanya 3 orang. Pernah membayangkan bagaimana jika 3 orang duduk berhimpit-himpitan? Karena itu halte ini biasanya hanya ditempati oleh 2 orang, dengan ruang kosong di tengahnya.

Toni baru saja pulang dari kuliah. Dia ingin pulang ke kosnya karena lelah dengan kepenatan yang dilaluinya seharian itu. Dengan tas ransel berisikan laptop, Toni berjalan melewati halte seperti hari-hari biasa. Namun, kali ini ada yang berbeda. Toni melihat sebuah buku tergeletak begitu saja di bangku halte. 

'Buku apa nih? Haha, cerita tentang Alien? haha bego' kata Toni dalam hati.

Buku itu berwarna merah dominan dan berjudul ‘Alien Exist’. Buku itu tidak tebal, namun warna yang ada membuat orang akan tertarik untuk membacanya. Contohnya adalah Toni, yang akhirnya tertarik dan penasaran untuk membacanya. Saking penasarannya, Toni yang tadinya ingin langsung pulang malah memutuskan untuk duduk di halte sembari membaca buku 'Alien Exist' itu. 

Toni menaruh tasnya di sebelah kirinya. Dengan wajah sedikit kelelahan, perlahan dia mulai membaca isi buku 'Alien Exist' itu. Di halaman pertama, Toni melihat gambar planet Bumi yang sudah hancur akibat serangan meteor buatan. Meteor buatan itu bernama 'Clox' berbentuk seperti rudal namun jumlahnya sangat banyak. Dengan gambar itu Toni semakin tertarik untuk membacanya.

Halaman kedua di buku itu menjelaskan bahwa tokoh utama di dalam buku itu adalah Steven, seorang pelajar asal Amerika yang mulai bosan hidup di Bumi dan membayangkan tinggal di planet lain. Steven mulai resah dengan kehidupannya di Bumi yang penuh dengan kekerasan dan perang tanpa akhir. Steven mencoba untuk mempelajari Astrologi agar dapat menemukan planet lain yang dapat dihuni, dan akhirnya dia berhasil. Steven menemukan bahwa di luar sana terdapat planet bernama Devoxir yang memiliki sistem kehidupan sama persis dengan di Bumi. Steven lalu mencari lebih tahu tentang planet Devoxir, tetapi tidak membuahkan hasil.

'Siapa sih yang bikin cerita ini? Ngawur banget haha' kata Toni dalam hati.

Toni yang awalnya semangat untuk membaca buku tadi perlahan mulai bosan, karena menurutnya buku itu terlalu fiktif. Toni membuka lembar demi lembar buku itu tanpa membacanya lebih lanjut. Namun, dia terhenti di sebuah halaman bergambar seorang alien. Alien itu hampir mirip dengan manusia tetapi dia bermata satu dan bermulut lebar yang dipenuhi dengan gigi-gigi tajam berlendir. Alien itu bernama Rex, penghuni jahat planet Devoxir yang ingin menginvasi Bumi dan membuat manusia menjadi budaknya. 

Ternyata Toni menjadi penasaran kembali, dia lalu membuka halaman selanjutnya dengan semangat. Di halaman selanjutnya, diceritakan bahwa Steven yang sudah mempelajari bahasa makhluk Devoxir berusaha berkomunikasi dengan Rex. Steven yang tidak tahu bahwa Rex adalah Alien jahat ternyata ingin mengajak Rex untuk mengunjungi Bumi. Dengan penuh kesenangan tentu saja Rex menerima tawaran itu, karena rencana jahatnya untuk menginvasi Bumi akan segera terlaksana. Steven yang baik hati lalu memberikan peta untuk Rex dengan maksud agar Rex dapat menemuinya.

'Halah, makin lama makin ngawur. Mana ada manusia ngajak ketemuan alien. hahahaha'

Tanpa membacanya hingga selesai, Toni lalu menutup buku itu sambil tertawa. Buku yang dia anggap aneh itu ternyata belum bisa membuatnya membaca hingga akhir cerita.

Sesaat setelah Toni menutup bukunya tiba-tiba langit menjadi gelap. Angin bergemuruh dan suara aneh muncul dari atas langit. Toni lalu berdiri dan mengangkat tasnya dengan penuh kebingungan. Suara gemuruh itu terdengar lebih jelas dari sebelumnya dan terlihat sebuah piring terbang mulai mendekat. Toni yang ketakutan bahkan tak bisa berlari dan  hanya bisa memandang ke arah piringan terbang itu. Tak lama kemudian munculnya Alien dengan fisik yang sangat menyeramkan di hadapan Toni. Ternyata dia adalah Rex yang tersesat mencari alamat Steven.

'Do you know Steve?

'Why don't you answer my question? I am going to kill you and burn this planet with my Clox! So answer my...

Toni yang masih bingung dengan apa yang terjadi semakin ketakutan dan memotong kalimat Rex. Badannya gemetar dan wajahnya semakin pucat. 

'A.. A.. A.. ALIEN EXIST!!!!!' Teriak Toni yang langsung berlari menjauh dari Rex.

Review SONY PD177



Pada Sony PD177 terdapat banyak elemen-elemen yang memiliki fungsinya masing-masing. Gue akan jelasin beberapa fungsi dari elemen-elemen itu.
Yang pertama ada Lens Hood. Lens Hood ini fungsinya adalah sebagai penghalang cahaya yang datang dari sekitar lensa. Cahaya tersebut dapat mengganggu hasil gambar yang diambil oleh lensa. Selain itu, Lens Hood juga berfungsi sebagai tutup lensa yang dapat berfungsi menjaga lensa dari benturan langsung.
Yang kedua ada Focus Ring. Focus Ring berfungsi sebagai pemutar dalam pencarian focus gambar secara manual. Ada dua cara mencari focus, yaitu secara manual dan secara otomatis. Penggunaan manual biasanya dilakukan ketika berada di dalam studio, karena gambar biasanya hanya still. Sedangkan pengunaan otomatis biasanya digunakan ketika pengambilan gambar diluar ruangan. Objek yang bergerak dan pergerakan kamera yang berubah-ubah biasanya membutuhkan kecepatan mengganti titik focus.
Selanjutnya ada Zoom Ring. Seperti pada kamera pada umumnya, terdapat bagian atau tombol zoom yang berfungsi untuk memperbesar gambar tanpa memindahkan kamera. Pada Sony PD177 terdapat 1 Zoom Ring dan 2 tombol zoom, yaitu  di kanan kamera dan di atas kamera.
Selanjutnya ada Iris Ring. Jika di kamera digital atau DSLR, Iris disebut juga dengan diafragma. Fungsinya sebagai pengatur banyaknya cahaya yang masuk ke kamera.
Ada juga tombol Filter. Ada 4 bagian button filter: 3, 2, 1, Off. Fungsinya untuk membatasi cahaya yang masuk ke dalam kamera. Dengan urutan, 3 yang paling besar menahan cahaya dan 1 yang paling kecil. Penggunaannya juga berbeda-beda, tergantung intensitas cahaya.
Ada juga tombol focus yang memisahkan antara Auto dengan Manual. Bagian ini sudah dijelaskan di bagian focus ring. Dibawah tombol Focus terdapat tombol Push Auto yang fungsinya untuk mencari focus secara otomatis dalam waktu singkat.
Terdapat juga beberapa tombol lain yang terdapat di Sony PD177 ini yaitu White Balance, Menu, Iris Exposure, Gain, Picture Profile, Status Check dan beberapa tombol pengatur sound yang ditutup dengan platik semi transparan berwarna hitam.
Dibagian kanan kamera terdapat beberapa tombol yaitu, tombol untuk menyalakan kamera, tombol record, zooming, dll.
Dibagian atas kamera terdapat internal mic dan LCD kamera. Terdapat juga 2 port input untuk mic external sebanyak 2 buah yang menggunakan kabel XLR.
Dibagian belakang kamera terdapat view finder yang dapat dilekukkan ke atas atau lurus ke belakang. Ada juga slot untuk memasukkan baterai kamera yang beratnya hampir setengah kilogram.
Dibagian bawah kamera terdapat lubang untuk memasukkan mounting dari tripod.
Itu tadi ulasan sedikit dari gue tentang SONY PD177. Terima Kasih sudah membaca.

Friday, March 15, 2013

Analogi Rumput

'Konsep Wayang Suket adalah penyutradaraannya lebih menstimulus setiap pemain untuk memunculkan gagasan-gagasan, gaya hidup, dst. Di ruang yang kita sebut 'Ruang Kelaparan'.

Suket itu rumput. Iya, secara harfiah suket memang rumput.
Tapi apasih yang bisa kita ambil dari suket?
Suket bisa jadi simbol kesederhanaan. Berkacalah pada rumput yang selalu menunduk kapan saja.

Awalnya gue kira film Suket ini adalah film tentang sejarah rumput atau video biologi yang menjelaskan bagaimana rumput berfotosintesis. Ternyata film ini adalah film tentang Wayang Suket. The question is, why wayang has so much of 'species'? haha Why didn't Para Wali combine those species.

Secara singkat sih, film ini menggambarkan bagaimana hidup seorang Dalang yang bertubuh besar dengan analogi Suket. Gue bisa ngerti kenapa Dalang yang diangkat adalah dalang yang unik. Karena pada dasarnya harus ada karakter yang unik juga dalam film yang bagus.
Analogi yang digambarkan adalah kehidupan Dalang sejak dia masih kecil. Sejak dia memulai mengerti apa itu Wayang Suket hingga dia mengabdikan hidupnya untuk Wayang Suket. Karakter utama yang sederhana dan selalu berusaha membuat penonton lebih menyerap pesan karena secara tidak langsung pesan itu ada dalam diri seorang Dalang. Film ini juga menggambarkan betapa besar dedikasi seorang Dalang dalam melestarikan sebuah budaya bukan hanya dari unsur turun temurun, tapi unsur kebaikan dari Wayang Suket itu sendiri. Sangat banyak pesan yang bisa diambil dari sebuah suket. Buang dulu jauh-jauh makna harfiah dari rumput. Lihat lebih luas bahwa rumput akan bisa tumbuh di mana saja asal.
Quite enough to makes me proud.

Oh, technically this film was filmed by a really good videography.  Did you notice that the cameramen used the escalator? haha
Noted as a new trick for me.

Sunday, March 10, 2013

Atap Imajinasi

Di bawah gelapnya malam dan polusi cahaya. Angin yang berhembus serta dinginnya cuaca membekukan suasana. Suara angin dan gemerlap lampu-lampu rumah memperkuat imajinasi akan semesta ini. Tanpa batas! 
Di sekitar hanya terdapat sisa sisa ubin atap dan beberapa tempat menjemur baju.
Iya, ini hanya sebuah atap. Tempat aku biasa bercengkrama dengan alam. Tempat biasa aku menjamah dunia luar sendirian. Tempat biasa aku memanjakan pikiran.

Hanya alam yang memberikan keleluasaan dalam berfanstasi.
Terima kasih, Tuhan. Atas Atap Imajinasi-Mu.

Saturday, March 9, 2013

The Perspectives.


Inspirasional!
Harus gue akui, gue larut dalam alur cerita Atjeh Lon Sayang. Sebuah film yang memiliki perspektif berbeda tentang kehidupan masyarakat Aceh pasca Tsunami.
Awalnya, gue kira film ini bakalan nyeritain tentang bagaimana kesedihan dan cerita penuh air mata masyarakat Aceh setelah Tsunami yang terjadi 26 Desember 2006 lalu. Ternyata gue salah. Film ini bahkan menyuguhkan lebih dari yang gue bayangkan. Bukan seperti film dokumenter lainnya yang lebih mengangkat kesedihan dalam 1 perspektif, film ini punya gayanya sendiri.


Secara keseluruhan, film ini sangat membuka mata kita terhadap sudut pandang yang berbeda. Dimana kebanyakan film lebih menyoroti tentang kesedihan dan menuntut iba dari penonton, film ini justru membuat kita sadar terhadap yang sebenarnya terjadi. Sisi negatif yang perlu dikoreksi serta introspeksi sebagai penonton membuat gue lebih menikmati isi film dengan penuh kepedulian, gak cuma kata 'sedih' dan 'iba'. I must admit that common documentaries film just exploit the sadness of the subject. I don't like that because it's not the way to communicate with the audiences and give them the premise correctly. Sometimes you need to show the negative side and enlighten the audiences.



Ada 2 sudut pandang yang bisa gue dapet dari film ini. Yang pertama adalah sudut pandang dari seorang anak kecil yang menjadi korban tsunami. Munawar namanya. Salah satu anak dari sekian banyak korban tsunami yang terpisah dari orang tuanya. 


Bisa kita lihat dari wajahnya tersirat sebuah kesedihan dan kerinduan yang mungkin hanya bisa dimaknai secara non verbal. Gue gak pernah merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang tua, tapi gue bisa bayangkan bagaimana hal itu menyelimuti pikiran Munawar. Di sudut pandang ini, kita akan diajak untuk menjadi Munawar. Menjadi dia yang menikmati hidup dalam kehidupan yang baru. Kehidupan yang sangat berbeda dari kehidupannya sebelum Tsunami. Ditambah lagi dengan kegiatan sehari2 Munawar dan 150 anak lainnya di panti, tentu saja akan memperdalam daya emosional kita terhadap korban tsunami seperti Munawar.


Sudut pandang kedua adalah dari seniman, pemerhati dan juga aktivis kebudayan Aceh, yaitu Tengku Reza Idria. 

Tengku Reza Idria lebih mengungkap bagaimana efek Tsunami terhadap masyarakat Aceh. Dia tidak menceritakan bagaimana kerusakan itu merugikan masyarakat Aceh. Namu Reza lebih memberikan pandangan bahwa Tsunami masih gagal dalam tujuannya sebagai pemersatu rakyat Aceh. Setelah 2 bulan pasca Tsunami, Reza merasa bahwa rakyat Aceh tetap saja belum memiliki solidaritas terhadap sesama korban, karena luas tempat yang menerima kerusakan dari Tsunami itu belum seberapa dari total luas Aceh.
Reza juga mengungkapkan bahwa mungkin slogan dan simbol keislaman di Aceh hanya menjadi kepentingan suatu kelompok, bukan sifat dari keseluruhan rakyat Aceh.


Pernyataan2 Reza pada akhirnya memberi tandingan terhadap rasa iba yang sudah kita terima setelah menjadi sosok Munawar di sudut pandang sebelumnya. Penonton seperti gue mungkin akan lebih mudah menerima pesan dari sebuah premis jika sudah membandingkan 2 sudut pandang yang jelas.
I like the way this film combining the 2 perspectives.

Obvious!


Baru aja tadi di kantin, gue mengamati orang yang tampangnya brewokan kayak orang India. Sekilas sih gak menarik untuk diperhatiin, soalnya gue udah kenal dari awal.  Tapi karena dia lebih berbulu dari yang lain, jadinya cuma dia yang mencolok di mata gue. You may know him. He is the forever ‘Ketua Kelas’.

Namanya Sandi, salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi di kampus gue ini. Secara fisik, Sandi itu kulitnya sawo matang, ya gak matang2 amat sih tapi cukup untuk dibilang item. Badannya gak gemuk dan tingginya sekitar 170 cm, bisalah untuk jadi model iklan boneeto. Baju yang dipakai Sandi bermotif kotak-kotak, layaknya mahasiswa biasa. Dengan skinny jeans dan sepatu conversenya, keliatan banget kalo Sandi ini mahasiswa dengan gaya standard. Kenapa gue bilang standard? soalnya mukanya standard.

Alasan gue memilih Sandi untuk menjadi subjek pengamatan gue adalah, karena cuma Sandi yang mudah diamati dibandingkan mahasiswa yang ada di kantin lainnya. Soalnya Sandi gak make seragam kampus. Kenapa gue gak milih untuk memperhatikan cewek? Sebenernya sih ada cewek yang bagus untuk diperhatiin. Tapi rambutnya udah kayak anak komplek yang sering main layangan, trus gue juga gak tau nama dia siapa.

Banyak hal yang bisa dilihat dari penampilan Sandi. Salah satunya adalah kemejanya yang berbeda dari mahasiswa lainnya. Hari ini adalah hari senin, dan itu artinya semua mahasiswa diwajibkan untuk menggunakan seragam kampus. Menurut gue itu hal yang menarik untuk ditiru, soalnya kalo make seragam kampus kita gak akan terlihat berbeda, alias ‘sama’. Meskipun kalo berbeda resikonya dimarahin kampus, tapi gue lebih suka memakai seragam yang bukan lagi out of the box, tapi without the box. Haha. 

Saturday, March 2, 2013

Loyalty, Love and Dance.


Kali ini gue akan ngebahas sosok penari yang berasal dari Indramayu. Eh tapi ada yang tau Indramayu gak? Ituloh Indra ama Ayu.
Namanya Mimi Rasinah. Mimi Rasinah itu adalah seorang penari topeng yang berasal dari Indramayu, Jawa Barat (iye tadi udah dibilangin). Tarian yang dimaksud di sini adalah Tarian Pamindo dan Tarian Panji. I don't know for sure whether those dance are originally comes from Indramayu or not. Tapi gue rasa Pamindo dan Galendo itu satu bapak beda planet. Galendo itu makanan khas Ciamis yang kelezatannya melebihi zat psikotropika.
Darah seorang penari udah mengalir pada diri Mimi Rasinah dari kedua orang tuanya. Orang tua Mimi Rasinah bahkan udah ngajarin seni tari ke dia dari umur 5 tahun loh. Kita yang umur 5 tahun masih main power rangers, Mimi Rasinah udah mulai belajar nari. Kelihatan ya, kalo orang2 zaman dulu itu effort dalam segala hal selalu lebih besar dibandingkan orang2 zaman sekarang. Tapi keliatan juga kok kalo kita mau jadi power rangers.
If we want to be success, we are really need an absolutely big effort. So does become a dancer. Yap bener, menjadi seorang penari topeng itu bukan hal yang mudah. Untuk itu, Mimi Rasinah bahkan harus puasa 40 hari dan melakukan banyak ritual untuk mengecilkan perutnya. Ada banyak ritual yang harus dilewatin ketika Mimi Rasinah ingin menunjukkan totalitasnya, salah satu diantaranya adalah makan cabe. Gue masih bingung kenapa harus makan cabe, kalo malah usus buntu kan bahaya. Ya meskipun begitu berat dan aneh, namun Mimi Rasinah tetap berusaha melakukannya.
Mimi Rasinah
Ketika masih kecil, Mimi Rasinah udah diajak 'ngamen' di beberapa tempat hingga pada akhirnya menjadi penari professional yang telah pentas hingga luar negeri. Mengagumkan, bukan? Bahkan Mimi Rasinah ingin jikalau suatu saat nanti dia meninggal, dia meninggal di atas panggung.
Kesetiaan Mimi Rasinah terhadap seni tari adalah sebuah hal yang menarik untuk dipelajari. Sebuah tantangan dalam melestarikan budaya di tengah zaman modern ini. Dunia, Tarian Pamindo dan Tarian Panji adalah saksi atas kesetiaan dan kecintaan Mimi Rasinah dalam dunia seni.
Big proud of you, and thanks for the loyalty, love and dance.


Kalo ngebahas teknis dan pengambilan gambar, dari sudut pandang pengambilan gambar bisa dilihat kalau film ini ingin menunjukkan sosok Mimi Rasinah secara lengkap. Tak memiliki batas dalam perspektif dan sangat luas dalam visualisasi. Tarian yang ditampilkan sesuai dengan alur cerita. Alur yang dipakai juga unik yaitu alur 3 tahap.




Backsound musik tarian yang dijadikan backsound film juga memiliki makna implisit bahwa film ini sangat menggambarkan Mimi Rasinah sebagai seorang penari. Sangat jelas untuk dimaknai karena membawa penonton larut dalam konsep tarian dalam sosok wanita tua.

Wednesday, February 20, 2013

Biography

JRX SID tanpa tatto
Nama gue Mustafa.
05/03/1994

Gue lahir dan dibesarkan di Samarinda, kota yang sering disebut kota Tepian. Mungkin kalian kurang familiar dengan kota Samarinda, at least kalian pernah baca tulisan "Samarinda" di sarung2 kan? Dimana banyak kota lain memiliki trademark unik seperti kota pelajar, kota kembang, dan kota metropolitan, kota tempat gue dibesarkan malah terkenal sebagai kota sarung. Sarung, Sarung everywhere.
Sebenernya gue ini keturunan Jawa, soalnya kedua orang tua gue lahir dan dibesarkan di Grobogan, Jawa Tengah. Tapi akhirnya mereka memutuskan untuk merantau di Samarinda, yang waktu itu lagi mainstream banget untuk dijadikan tempat merantau. Dan jadilah gue, anak yang bingung akan orientasi tempat asalnya ketika ditanya 'Kamu asalnya dari mana?', salah ketika gue menjawab gue adalah orang Samarinda, dan salah juga kalo gue jawab gue adalah orang Jawa karena gue sama sekali gak bisa ngomong Jawa. Indonesia memang ribet dalam urusan ini.
Gue cukup lama tinggal di Samarinda, bahkan lebih dari setengah hidup gue. Gue sekolah hingga SMP di sana, lalu ketika SMA gue ngekos di Banjarbaru untuk melanjutkan sekolah. Dimulailah masa remaja gue di provinsi berbeda.

Sebelum gue lulus SMP, gue mengikuti beberapa tes PMDK untuk masuk ke SMA favorit. Gue ikut tes sana sini, dari yang cuma pake nilai raport hingga tes tertulis yang soal matematikanya pake bahasa Inggris! Gila gak tuh.
Gue terpaksa harus ikut tes2 kayak gitu agar ketika gue lulus, gue gak bingung lagi harus sekolah dimana. Perjuangan gue gak sia-sia, gue lulus di 2 sekolah yaitu SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru dan SMA 1 Negeri Samarinda. Namun masalah belum selesai, dilema malah datang bertubi2.
Gue gak pernah membayangkan untuk diterima di 2 sekolah sebelum gue lulus SMP. Sebuah kebanggaan buat gue juga karena SMA 1 Negeri Samarinda saat itu menjadi sasaran utama semua murid SMP yang ada di Samarinda, alias favorit banget. Gue bahkan lulus dengan Tes PMDK. (Sombong banget lau, mus)
Gue yang saat itu terlena dengan kelulusan di sekolah favorit pada akhirnya harus dihadapkan dengan "opini" orang tua yang berbeda. Orang tua gue menyarankan gue untuk lanjut sekolah ke SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru. Mereka beralasan bahwa sekolah menengah kejuruan memiliki banyak kelebihan dibandingkan sekolah menengah atas biasa. Gue gak ngerti maksud mereka saat itu. Yang ada di otak gue, sekolah menengah kejuruan itu kayak sekolah militer yang harus push-up 100 kali tiap pagi dan rambutnya kotak2 kayak pilot. Gak banget.
Dilema datang semakin kejam tiap detiknya. Dan gue pun pada akhirnya memutuskan untuk mengikuti kehendak orang tua dan mengesampinkan ego. Gue hanya berpikir positif dan positif, karena mengikuti saran orang tua adalah yang terbaik, meskipun pada saat itu gue belum menemukan buktinya. Satu dilema lain ketika itu adalah, gue harus meninggalkan temen2 gue dan kota Samarinda selama 3 tahun. Udah kayak Naruto latihan ama Jiraiya ninggalin desa Konoha.
With Any, Tere, and Anis.

Hiduplah gue di Banjarbaru.
Sekolah di kota kecil yang bersih tanpa ada sebuah Mall pun yang berdiri.
Kalimantan Selatan memang lucu. Dulu pas gue sekolah di sana, hanya ada satu Mall di Kalimantan Selatan. Garis bawahi, hanya ada satu Mall di Kalimantan Selatan. Satu2nya mall yang ada di sana adalah Delta Mall, dan itu pun di Banjarmasin. Butuh sekitar satu jam dari kosan gue untuk bisa sampai di Delta Mall. Bayangkan, satu provinsi hanya terdapat satu buah Mall. Jadinya, seluruh masyarakat yang ingin ke mall hanya bisa ke satu mall, yaitu Delta Mall, the one and only Mall. Satu hal lain yang unik dari Kalimantan Selatan adalah... gak ada McDonald.
Kalo kalian mau order via 14045, itu artinya kalian harus nunggu orderan dikirim dari provinsi lain. Dan itu mustahil.

SMK Telkom memang terkenal sebagai sekolah perantauan. Banyak murid yang berasal dari luar kota hanya demi sekolah di sana. Dan seperti biasa, pertanyaan membingungkan "itu" pun selalu muncul ketika awal masuk sekolah

'Kamu asalnya dari mana?'

Di SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru, gue mengambil jurusan Network Access. Jurusan yang cuma ada di 5 sekolah di Indonesia. Jurusan ini memang spesial, gue diajarin menjadi teknisi perkabelan yang bisa merancang jaringan komunikasi bawah tanah ataupun atas tanah. Gue bangga dengan jurusan gue ini, meskipun sekarang gue udah banyak lupa soal perkabelan hehe.
Karena ketika SMK adalah masa remaja, tentu di tempat ini gue dapet banyak pengalaman yang bakal gue inget seumur hidup. Terutama ketika magang. Skip that one.

Menyempatkan foto saat praktek






























Sebelum lulus dari SKATEL (panggilan untuk SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru, yang menurut gue aneh banget) gue memutuskan untuk ikut SMBB Telkom agar bisa melanjutkan sekolah ke IMT Bandung.
Sejak kelas 3 SMK, gue sudah membulatkan tekad untuk mengambil jurusan Ilmu Komunikasi terutama yang berkonsentrasi Broadcasting. Mungkin orang tua gue bingung dengan pilihan gue ini karena berlawanan dengan jurusan gue di SMK. Tapi gue udah jelasin kalo gue mau jadi sutradara atau mungkin kerja di stasiun televisi di masa depan nanti. Gue udah dewasa, dan akhirnya orang tua menyetujui hal ini tanpa "opini" sedikitpun. Passion gue gak merugikan siapapun, so it was easy.
Kenapa gue milih IMT? Karena pada saat itu yang menjadi target gue ada 2, yaitu Unpad dan IMT. Gue sadar Realistis dan Optimis itu beda. Dan akhirnya gue memutuskan untuk gak ikut SNMPTN karena: realistis aja kayak sperma berebutan ovum :))

Pengukuhan Kelulusan



























Gue pun kuliah di IMT.
Gue yakin kuliah dimana saja itu menyenangkan termasuk di IMT, asalkan kuliah dengan passion bukan tuntutan orang tua. Gue kuliah dengan semangat masa depan. Iya, karena gue punya mimpi yang besar di sana dengan biaya kuliah yang tentu gak murah. Terlalu menyedihkan kalo kuliah males2an tapi mau masa depan bersinar. I'm not that pathetic.

Tom Delonge
Sekarang gue sudah hinggap di semester 4. Semester yang makin memusatkan konsentrasi gue terhadap Broadcasting. Fun, of course. Nilai IP juga gak mengecewakan banget kecuali nilai Ekonomi. To who the fuck has given that subject into this major, I do hate you.
Gue gak harus menceritakan kehidupan gue selama Bandung, soalnya gue belum selesai sekolah di sini.
Tapi ada satu hal yang perlu diingatkan lagi ketika gue dulu disarankan orang tua untuk sekolah di SKATEL.
Akhirnya gue bisa bangga dan menemukan sisi positif dari SMK, karena pada umumnya dosen2 akan bertanya ke mahasiswanya seperti ini:

'Dulu SMAnya IPA atau IPS?'
'Saya SMK pak, jurusannya Network Access'

Lebih terdengar keren dan gak mainstream tentunya ketika gue bilang itu ketimbang 'IPA pak' atau 'IPS pak'
Gue juga bisa bangga dengan magang gue. hahaha *tepokdada

Ada beberapa hal yang bisa dibanggain pastinya akan dibarengi juga dengan kebingungan.

Meskipun sekarang gue udah semester 4, tetep masih ada yang mengajukan pertanyaan pendek nan kampret 'itu' ke gue

'Kamu asalnya dari mana?'

Gue semakin bingung ngejawabnya karena gue akan menambahkan satu lokasi baru, yaitu Banjarbaru.
Gue ini sebenernya dari mana sih!?